Langsung ke konten utama

Postingan

18:05 (Pentigraf: Cerpen tiga paragraf)

Postingan terbaru

PERMISI (Pentigraf: Cerpen tiga paragraf)

Permisi Oleh:  Agidio Anugrah Ditama Sepasang pendaki memacu langkahnya lebih cepat. "Ayo udah jam berapa ini, lelet banget sih". "Kalau mau duluan, ya duluan aja sana, aku cape banget kak" jawab pendaki muda. Tak lama bertemulah mereka dengan seseorang. "Ehh mas-mas ini mau kemana?" (dengan logat Jawa khas) . "Ini bu mau keatas, permisi ya bu" jawab pendaki senior. "Eh kamu ga curiga kak?" Tanya pendaki muda. "Curiga kenapa?" Timpal pendaki senior. "Mungkin ga sih diketinggian 3250 MDPL ada wanita tua dengan pakaian adat Jawa di jam 11:20?". Sontak mereka berlari tanpa menghiraukan bebatuan terjal didepan. Tamat

Bromo

Baiklah, bagi sahabat yang ingin liburan ke Bromo pasti ingin tahu informasi mengenai budget, kendaraan, jarak tempuh, penginapan dan lain-lain. Disini saya akan sedikit berbagi informasi, namun lebih cenderung seperti me- review. Berbekalkan pengalaman saya yang sudah pernah berkunjung ke Bromo. Baiklah ayo kita mulai berpetualang ke Bromo!!! Untuk menuju kedaerah wisata Bromo, bisa menggunakan kendaraan darat baik itu mobil pribadi, kendaraan motor ataupun Jeep Sewaan. Saya sarankan untuk menyewa kendaraan Jeep, dikarenakan jalur menuju wisata Bromo cukup curam, menanjak dan berkelok-kelok. Apalagi jika kamu yang baru pertama kali kesini harus lebih berhati-hati, keep safety guys!!! Eits, tapi sebelum kamu ekspore kawasan Bromo, saya sarankan kamu ambil paket wisata saja. Karena didalam paket wisata tersebut kamu sudah mendapatkan tour guide   yang akan membawa kamu berkeliling Bromo. Destinasinya biasanya terdiri dari Puncak Kingkong, Bukit Teletubbies, Pasir Berbisi...

Manusia dan Ego

           Hidup hanyalah sekedar hidup jika hanya mengkritik tanpa membangun    Hidup hanyalah sekedar hidup jika cuma bisa tertawa tanpa memberikan apa-apa    Hidup hanyalah sekedar hidup jika saling sapa namun tak bersama    Hidup hanyalah sekedar hidup jika memberi untuk dikatakan peduli    Manusia adalah makhluk yang tak akan puas terhadap apa yang sang pencipta beri.     Banyak hal yang kita lupakan, seperti rasa syukur, tersenyum walupun berat dan membantu walaupun keadaan sulit.     Kita adalah kita, bersama walaupun dalam keadaan sengsara.     Kenapa kita begitu angkuh mengejar ambisi hanya untuk memuaskan hasrat didalam diri?

Kedamaian yang Hilang

   Banyak hal-hal yang mengerikan diluar sana yang bisa saja terjadi. Belakangan ini kita dihebohkan oleh isu memanasnya hubungan antara Amerika Serikat (USA) dan Iran. Sehingga banyak kabar yang mengatakan dengan terjadinya konflik antara kedua negara tersebut berkemungkinan juga terjadinya Perang Dunia ke-3 (PD3).    Awalnya saya kira ini hanyalah untuk pengalihan isu terhadap isu yang lain, namun tampaknya hal ini menjadi cukup serius. Sudah banyak orang-orang yang resah terhadap peristiwa ini, contohnya saja yaitu saya hahaha. Memanasnya hubungan kedua negara ini diawali oleh terbunuhnya pimpinan pasukan elite revolusi yaitu Qassen Soeilemani yang juga menjadi orang kedua paling berpengaruh di Iran.    Saya cukup heran dengan keputusan kedua negara ini, apa tidak bisa diselesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan? Sebegitu mudahnya saling serang dan meluncurkan rudal-rudal. Apa mereka tidak berfikir banyak warga sipil yang tak berdos...

Cinta Yang Salah

       Dewasa ini orang-orang terlalu sibuk dengan harta, repurtasi dan eksistensi, hingga melupakan esensi dalam ranah spiritual. Sehingga timbul sebuah penyakit yang lebih mengerikan dari malaria, kangker, demam berdarah dan sebagainya. Penyakit itu adalah al-wahn , yaitu cinta dunia namun takut akan kematian. Mereka yang lebih mementingakan rupiah dari pada ibadah secara tidak sadar sudah terjangkit gejala-gejala penyakit al-wahn .   Dunia sendiri membuat seseorang dapat berpaling dari Allah, dunia sendiri memang tak ubahnya seperti sebuah arena pertarungan antara kesabaran dan hawa nafsu. Sedangkan kematian adalah sebuah awal yang membawa seseorang untuk kembali menuju Allah. Kebanyakan insan tertipu dan terjerumus kedalam hawa nafsunya, sehingga lebih mengutamakan dunia dari pada akhirat yang kekal. Bahkan nalar, perasaan dan kejujuran tak jarang dinomor seratus-kan hanya untuk mencapai sebuah kenikmatan dunia yang menyesatkan. Keinginan yang ...