Langsung ke konten utama

Kedamaian yang Hilang


   Banyak hal-hal yang mengerikan diluar sana yang bisa saja terjadi. Belakangan ini kita dihebohkan oleh isu memanasnya hubungan antara Amerika Serikat (USA) dan Iran. Sehingga banyak kabar yang mengatakan dengan terjadinya konflik antara kedua negara tersebut berkemungkinan juga terjadinya Perang Dunia ke-3 (PD3).

   Awalnya saya kira ini hanyalah untuk pengalihan isu terhadap isu yang lain, namun tampaknya hal ini menjadi cukup serius. Sudah banyak orang-orang yang resah terhadap peristiwa ini, contohnya saja yaitu saya hahaha. Memanasnya hubungan kedua negara ini diawali oleh terbunuhnya pimpinan pasukan elite revolusi yaitu Qassen Soeilemani yang juga menjadi orang kedua paling berpengaruh di Iran.

   Saya cukup heran dengan keputusan kedua negara ini, apa tidak bisa diselesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan? Sebegitu mudahnya saling serang dan meluncurkan rudal-rudal. Apa mereka tidak berfikir banyak warga sipil yang tak berdosa yang nantinya bisa jadi menjadi korban dari pertikaian mereka.

   Ketika saya iseng menanyakan konflik antara USA-IRAN kepada teman-teman saya banyak tanggapan-tanggapan yang unik dan juga menggelitik. “Bro, gimana tanggapan kamu jika terjadi perang dunia ke-3?” tanya saya. “ahh ga mungkin bro terjadi, itu kan hanya akal-akalan Amerika saja, supaya terlihat kuat dan terlihat memilki persenjataan yang mumpuni dihadapan Rusia dan China. Secara Rusia dan China menjadi rival kuat persaingan Militer dan Ekonomi dari Amerika”.  jawab seorang teman.

   Berbeda dengan tanggapan salah satu sahabat saya, kurang lebih dia cukup resah dan cukup takut apabila perang dunia ke-3 benar-benar terjadi. “yaa mungkin aja bro terjadi, kita kan ga tau juga, apalagi sekarang kita ini sudah berada di akhir zaman. Intinya banyakin Ibadah bro, minta ampun, minta dilindungi dari kejamnya fitnah akhir zaman. Terlepas dari isu dan peristiwa perang antara USA-IRAK, kita harus tetap waspada”. Tanggap seorang sahabat.

   Kemudia ada tanggapan yang cukup unik dan menggelitik dari salah seorang teman lagi. “yahhh jangan dulu lah sob, masa iya udah mau perang dunia ke-3? Aku ini masih jomblo, belum menikah, paling engga yaa aku udah ngerasain malam pertama wkwk”. Jawabnya dengan senyum sumringah.

   Menurut saya juga sangat disayangkan apabila memang perang dunia ketiga harus terjadi. Akan banyak orang tak bersalah yang menjadi korban, banyak harapan yang musnah dan sia-sia, akan banyak kekacauan disana-sini. Intinya segala bentuk konflik dan perang akan mengakibatkan dampak buruk ntah itu dalam sekala besar atau kecil.

   Baiknya para pemimpin perlu mempertimbangkan keputusan dan kebijakannya, apakah akan berdampak baik kepada rakyatnya atau kebijakannya hanya ego untuk memuaskan hasrat atau ambisinya saja. Terimakasih

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bromo

Baiklah, bagi sahabat yang ingin liburan ke Bromo pasti ingin tahu informasi mengenai budget, kendaraan, jarak tempuh, penginapan dan lain-lain. Disini saya akan sedikit berbagi informasi, namun lebih cenderung seperti me- review. Berbekalkan pengalaman saya yang sudah pernah berkunjung ke Bromo. Baiklah ayo kita mulai berpetualang ke Bromo!!! Untuk menuju kedaerah wisata Bromo, bisa menggunakan kendaraan darat baik itu mobil pribadi, kendaraan motor ataupun Jeep Sewaan. Saya sarankan untuk menyewa kendaraan Jeep, dikarenakan jalur menuju wisata Bromo cukup curam, menanjak dan berkelok-kelok. Apalagi jika kamu yang baru pertama kali kesini harus lebih berhati-hati, keep safety guys!!! Eits, tapi sebelum kamu ekspore kawasan Bromo, saya sarankan kamu ambil paket wisata saja. Karena didalam paket wisata tersebut kamu sudah mendapatkan tour guide   yang akan membawa kamu berkeliling Bromo. Destinasinya biasanya terdiri dari Puncak Kingkong, Bukit Teletubbies, Pasir Berbisi...

Cinta Yang Salah

       Dewasa ini orang-orang terlalu sibuk dengan harta, repurtasi dan eksistensi, hingga melupakan esensi dalam ranah spiritual. Sehingga timbul sebuah penyakit yang lebih mengerikan dari malaria, kangker, demam berdarah dan sebagainya. Penyakit itu adalah al-wahn , yaitu cinta dunia namun takut akan kematian. Mereka yang lebih mementingakan rupiah dari pada ibadah secara tidak sadar sudah terjangkit gejala-gejala penyakit al-wahn .   Dunia sendiri membuat seseorang dapat berpaling dari Allah, dunia sendiri memang tak ubahnya seperti sebuah arena pertarungan antara kesabaran dan hawa nafsu. Sedangkan kematian adalah sebuah awal yang membawa seseorang untuk kembali menuju Allah. Kebanyakan insan tertipu dan terjerumus kedalam hawa nafsunya, sehingga lebih mengutamakan dunia dari pada akhirat yang kekal. Bahkan nalar, perasaan dan kejujuran tak jarang dinomor seratus-kan hanya untuk mencapai sebuah kenikmatan dunia yang menyesatkan. Keinginan yang ...